SUDAH SIAP PENSIUN...?
Oleh SOLUSI HADAPI HARI TUA
KENAPA BANYAK ORANG KESULITAN KEUANGAN DIMASA PENSIUNNYA ?
.
Ketika saya lari pagi bersama istri, entah kenapa dalam 1 tahun belakangan ini ada begitu banyak rumah-rumah dipasangi iklan "DIJUAL". Tentu tidak mudah menjual rumah dengan kav ukuran besar diatas 600 M2 dalam kondisi seperti sekarang ini. Kebetulan perumahan kami kebanyakan memang rata-rata pensiunan pejabat dan profesional yang bekerja di perusahaan besar dulunya. Saya acapkali mendengarkan bagaimana para manula bercerita begitu mengebu-gebu tentang hebatnya mereka dimasa masih memiliki jabatan/posisi. Saya juga tak menyangka ternyata orang-orang yang tinggal di Pondok Indah pun tidak semuanya kaya, dulu memang mereka kaya. Tetapi ketika pensiun dan anak-anak sudah pergi meninggalkan, Mereka kesulitan membayar dan maintenance bulanan rumah yang memang sudah mulai naik keleher.
MENABUNG berbeda dengan BERINVESTASI
SAVING memang langkah awal yang harus dilalui, tetapi itu cuma langkah awal saja, kita tak bisa cuma hanya dengan mendepositokan uang pensiun, WHY? karena Saving dalam bentuk Tabungan, deposito cuma membuat uang kita justru BERKURANG? nah lho kok bisa? Karena INFLASI tidak bisa dilawan dengan cuma bermain di instrument Deposito. Coba lihat perhitungan Bunga deposito sekarang cuma 4,5%. Jadi kalo kita punya duit 100 juta, cuma dapat bunga 4,05 juta atau cuma dapat Rp. 135.000/per hari dan 5 -10 tahun ke depan bisa jadi harga 1 piring nasi+telur+sayur seharga 135.000, jadi uang pensiun tak akan cukup.
PROFESIONAL YANG PALING SERING KESULITAN SAAT PENSIUN
Kebanyakan Profesional (tapi tidak semua lho) kebanyakan safety player, mereka orang-orang yang memang dikondisikan seperti itu semakin profesional maka semakin menjauh dari karakter Risk taker.
YANG JADI PERTANYAAN, APAKAH SAAT USIA ORANG SEMAKIN MENUA, MEREKA SEMAKIN RISK TAKER ?
Saya sudah jauh-jauh hari berjanji jika MENUA nanti, tidak akan membuat REPOT anak-anak, karena mereka sudah dipusingkan dengan urusan keluarga mereka. Kami tidak mau dicap sebagai BENALU.
JADI APA YANG HARUS DILAKUKAN?
1. Pensiunlah semuda mungkin kalau bisa! Karena saat Anda sudah selesai dengan diri Anda sendiri. Tentu itu waktunya BERBUAT SESUATU untuk orang lain, akan jauh lebih mudah memberi makan, saat perut kita sudah kenyang.
2. Belajarlah tentang FINANCIAL PLANNER. Belajar tentang cara membuat NERACA KEUANGAN PRIBADI, mengatur pos pengeluaran, pengeluaran tidak terduga, mempertahankan aset, melawan inflasi, dll
Tentu belajar tentang Financial tidak akan membuat Anda jadi MATERIALISTIS TAPI JUSTRU JADI REALISTIS
3. Banyaklah berteman dengan orang diluar kelompok Anda, tidak perlu minder atau malah menjauhi mereka. Anda tidak perlu iri hati melihat orang lain maju, tetapi dekati dan banyak banyaklah bertanya, mereka akan suka berbagi pengalaman.
4. Belajar ber-INVESTASI yang benar, bukan bermain money games, investasi abal-abal yang sering kali menggoda logika kita.
5. Bekerjalah lebih keras, tekun dan cerdas.
6. Teruslah membantu orang untuk maju, bukan cuma sekedar pamer sana, pamer sini. Itu cuma membuat Anda makin berjarak, walaupun didepan Anda dipuji tapi dibelakang Anda di cemooh. Budaya masyarakat kita belum bisa mengapresiasi keberhasilan orang secara tulus.
7. Hiduplah apa adanya. Itu membuat hidup jadi lebih RINGAN. Sesuaikan gaya Hidup Anda dengan INCOME Anda. Anda tidak perlu berpura-pura kaya atau sukses dengan membeli GENGSI, terlalu mahal pertarungannya untuk masa depan. Pernyataan orang lain bahwa kita sukses nantinya akan datang sendiri, tidak perlu teriak teriak.
Benang merahnya:
PENSIUN ADALAH SAAT DIMANA ANDA BERBUAT SESUATU BUAT ORANG LAIN, BUKAN MENYUSAHKAN ORANG LAIN.
Penulis yang selalu tertarik pada Human, Finance and Marketing.
Kutipan Sharing dari Herry Widjaja.
Share jika pernyataan-pernyataan ini bermanfaat bagi Anda, dan menjadi berkat bagi orang-orang di sekitar Anda...
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan
klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di TULISKAN.com
Widget by : tuliskan

0 komentar:
Posting Komentar